Kamis, 29 November 2012

Prestasi Timnas Bukan Milik PSSI dan KPSI Penulis: Ary Wibowo | Jumat, 30 November 2012 | 12:14 WIB

0 komentar
Para pemain tim nasional Indonesia memeluk Andik Vermansah (21) sesaat setelah Andik mencetak gol ke gawang Singapura dalam laga Piala Suzuki AFF 2012 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (28/11). Andik menjadi pemain kunci timnas Indonesia karena berhasil merobek gawang Singapura pada menit ke-86. Indonesia menang atas Singapura dengan skor 1-0.
KOMPAS.com — Sorot mata Andik Vermansyah menatap tajam ke arah kiper Mohamad Izwan Mahbud. Angka di papan skor raksasa dalam Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, sudah menunjukkan menit ke-87. Di bawah lambang negara Indonesia dan Singapura masih terpampang skor imbang tanpa gol.

Andik memberikan umpan pendek kepada Taufik, yang kemudian kembali memantulkannya kepada rekannya itu. Andik langsung menyepak umpan tersebut dan bola melayang tinggi ke arah pojok kiri atas tiang jauh Singapura. Gol! Sontak histeria ribuan suporter Indonesia di Stadion Bukit Jalil serta jutaan penonton televisi nasional tumpah ruah.

Kiper Izwan hanya telentang dan termangu di atas rumput lapangan karena tidak percaya gawangnya kebobolan. Ratusan pendukung Singapura pun mengangkat kedua tangannya ke kepala dengan rasa kecewa. Menang atau kalah adalah hal biasa bagi mereka. Hanya saja, gol Andik itu telah mematahkan rekor 14 tahun tak pernah kalah atas Indonesia. 

Sementara, di ujung tribun utara, suporter Indonesia merapat saling bergandengan memiringkan badan ke kiri dan kanan sambil menyanyikan lagu kebanggaan "Indonesia Raya". Sejenak mereka melupakan konflik sepak bola nasional yang semakin tak jelas lagi arahnya. 

Harapan


Gol Andik itu sekaligus memberikan asa jutaan pecinta sepak bola Indonesia agar tidak terus dinaungi dengan kalimat kegagalan. Skuad "Garuda" kini hanya membutuhkan hasil imbang dengan tuan rumah Malaysia untuk dapat lolos dari Grup B Piala AFF 2012. Memang bukan pekerjaan mudah, tetapi tak salah jika kini masyarakat menggantungkan harapannya itu di pundak pemain timnas Indonesia. 

Lihat saja, bagaimana timnas datang ke Piala AFF dengan segala keterbatasan. Pelatih Nil Maizar pun garuk-garuk kepala, kesulitan menentukan skuad terbaik karena ada larangan dari sejumlah klub Indonesian Super League (ISL), yang diperintahkan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), untuk melepaskan pemain-pemainnya membela negaranya di Malaysia. Belum lagi dengan cercaan, skuad "Merah Putih" sekarang ini adalah timnas abal-abal karena tidak berisi pemain dan pelatih berkualitas. 

Suasana stadion pun tak seindah dulu, di mana ribuan suporter tidak lagi memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno jika timnas melakukan pertandingan uji coba di Jakarta. Namun, di tengah kondisi seperti itu, timnas tetap solid. Para pemain dan pelatih tetap kompak dan terus berusaha membuktikan bahwa merekalah tokoh utama untuk mencari prestasi sepak bola yang mati suri. Bukan pengurus, politisi, maupun pengusaha-pengusaha yang tidak tahu diri. 

"Gol ini untuk orang Indonesia yang membenci timnas. Masyarakat boleh membenci PSSI dan KPSI. Tapi, jangan membenci timnas karena kami mengharapkan dukungan dari masyarakat Indonesia," kata Andik, seusai mencetak gol kemenangan atas Singapura. 

Ujian

Memang, perjalanan timnas untuk berprestasi di Piala AFF memang masih panjang. Tetapi, di depan mata terpampang satu laga pamungkas kontra Malaysia yang akan dijadikan ujian berat penentuan nasib Andik dan kawan-kawan. Jika berhasil menahan imbang, maka mereka akan mementahkan jutaan prediksi orang yang awalnya pesimistis timnas akan lolos dari grup. 

Sebanyak 240 juta masyarakat Indonesia jelas berharap timnas kembali meraih poin penuh dalam pertandingan besok. Melihat performa dua laga melawan Laos dan Singapura, pecinta sepak bola Tanah Air pasti berharap besar skuad "Merah Putih" bisa menaklukkan Malaysia. Dinaungi dengan sejarah panjang perseteruan abadi Indonesia dan Malaysia yang kental, jalannya pertandingan pun diprediksi akan berlangsung menarik.

Lihat saja, bagaimana gesek-gesekan yang terjadi antara kedua suporter negara itu sejak pertandingan matchday pertama Grup B digelar. Karena itu, sejatinya saat ini lebih baik hilangkan sejenak perbedaan pandangan tentang masalah dualisme atau konflik antarpengurus PSSI dan KPSI. Lebih penting jika kita memberi semangat agar keringat 22 anak bangsa bertarung di lapangan tidak sia-sia, daripada mengurusi perseteruan mereka yang semakin tidak jelas arahnya.

Selamat berjuang skuad "Garuda"!


Sumber:KOMPAS.com
newer post

Singapura Ramalkan Malaysia Bungkam Indonesia

0 komentar
Pelatih Singapura, Radojko Avramovic saat jumpa pers di Hotel Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/11/2012).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Singapura Radojko Avramovic menilai Malaysia akan mampu mengalahkan Indonesia dalam matchday terakhir Grup B Piala AFF 2012, Sabtu (1/12/2012). Pasalnya, menurut pelatih asal Serbia ini, skuad "Harimau Malaya" lebih berpengalaman dibandingkan dengan Indonesia.
"Saya rasa, Malaysia akan menang karena mempunyai tim yang lebih baik daripada Indonesia. Apalagi, Indonesia sudah tampil habisan-habisan melawan kami," ujar Avramovic saat jumpa pers di Hotel Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (30/11/2012).
Avramovic menambahkan, Malaysia juga mempunyai keuntungan karena akan bermain di depan pendukungnya sendiri. Pelatih berusia 63 tahun itu menilai tuan rumah juga tengah bangkit setelah mampu mengalahkan Laos 4-1 di matchday kedua, Rabu (28/11/2012).
"Tetapi, Indonesia juga memang tim yang tidak bisa diremehkan karena mereka berhasil mengalahkan kami. Jadi, kita lihat hasil akhir kedua tim itu bagaimana," kata Avramovic.
Indonesia kini berada di puncak klasemen sementara dengan empat poin atau unggul satu angka dari Singapura di posisi kedua. Di laga terakhir kontra Singapura, skuad "Garuda" minimal harus meraih hasil imbang untuk memastikan satu tempat di semifinal.

Sumber:KOMPAS.com
newer post

Menpora Minta Suporter Indonesia Tetap Sportif

0 komentar
Gaya dan Aksi para suporter Timnas Indonesia saat melawan Timnas Singapura dalam laga Piala AFF 2012 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (28/11/2012). Kesetiaan mereka mendukung Timnas Indonesia menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia atas Singapura. Indonesia unggul atas Singapura dengan skor 1-0. Setelah pertandingan, beberapa suporter Indonesia dipukuli suporter Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malaranggeng meminta suporter Indonesia tidak terpancing oleh provokasi suporter Malaysia. Hal ini terkait video nyanyian dan teriakan suporter Malaysia yang dinilai melecehkan Indonesia dalam ajang AFF 2012 yang berlangsung di negara tersebut. Menurut Andi, suporter Indonesia harus membuktikan diri menjadi teladan bagi persahabatan Asia Tenggara melalui turnamen tahunan ini. 

"Saya kira mereka yang melanggar spirit persahabatan ASEAN akan terlihat sendiri. Jadi, masyarakat internasional akan melihat siapa pihak yang melanggar persahabatan," kata Andi, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (30/11/2012). 

Momen Piala AFF, kata Andi, harus dimanfaatkan untuk mempererat persahabatan antarnegara Asia Tenggara. Sportivitas, lanjutnya, dibutuhkan saat suporter memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya.

"Apalagi kalau ada yang melakukan kekerasan. Saya rasa jangan sampai seperti itu. Saya menyesali kekerasan yang timbul dalam urusan sepak bola," ujar Andi. 

Terkait dugaan tindak kekerasan yang dialami suporter Indonesia, menurut Andi, berdasarkan laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, tindakan itu terjadi setelah pertandingan Indonesia melawan Laos.

"Kita minta aparat keamanan Malaysia untuk melindungi warga negara Indonesia. Terutama nanti pas lawan Malaysia," kata Andi. 

Tindak tegas

Ia juga berharap, aksi tak pantas yang dilakukan oleh suporter Malaysia mendapatkan tindakan tegas dari persatuan sepakbola Asia. "Saya rasa FIFA punya aturan mengenai yel-yel yang menjurus rasisme, penghinaan dan pelecehan. Itu ada aturannya. Saya harap, semuanya ditegakkan oleh panitia pertandingan yaitu AFC," ujar Andi.

Seperti diketahui, pada gelaran AFF 2012, Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia pada 1 Desember 2012. Beredarnya video nyanyian suporter Malaysia dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antarsuporter pada pertandingan antara kedua negara besok.

Sumber:KOMPAS.com
newer post

Garuda Siap Cakar Harimau Malaya

0 komentar

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia Nil Maizar, mengatakan anak asuhnya dalam kondisi bagus untuk melakonimatchday terakhir Grup B Piala AFF 2012 kontra tuan rumah Malaysia, Sabtu (1/12/2012). Menurut pelatih berusia 42 tahun itu, skuad "Garuda" siap tempur meraih hasil terbaik dalam pertandingan tersebut.
Indonesia kini berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan poin empat atau unggul satu angka dari Singapura di posisi kedua. Irfan Bachdim dan kawan-kawan hanya membutuhkan hasil imbang dengan Malaysia untuk memastikan satu tempat di semifinal.
"Setiap pemain dan pelatih pasti ingin menang. Tetapi, saya selalu bilang kepada pemain, soal hasil itu urusan Allah. Yang terpenting bagaimana mereka bisa kerja keras sampai wasit meniupkan peluit panjang," ujar Nil dalam jumpa pers yang juga dihadiri wartawan Kompas.com, Ary Wibowo, di Hotel Palace of Golden Horses, Malaysia, Jumat (30/11/2012).
Nil mengungkapkan, saat ini semua pemain tengah dalam kondisi baik menjelang pertandingan tersebut. Hanya bek Wahyu Wijiastanto yang akan absen dalam laga nanti karena mendapat hukuman akumulasi kartu kuning.
"Sekarang kami punya stok tiga pemain belakang untuk menggantikan Wahyu. Tetapi, siapa pemain yang akan mengisi posnya kita lihat besok sebelum pertandingan. Sekarang tim pelatih akan menentukan strategi terbaik agar tim bisa tampil maksimal besok," tuturnya.
Terkait kekuatan calon lawan, Nil menilai Malaysia memang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi, skuad asuhan Rajagopal tersebut mampu bangkit di pertandingan keduanya dengan membungkam Laos 4-1 setelah diempaskan Singapura tiga gol tanpa balas di laga perdana.
"Pemain berpengalaman lebih banyak di Malaysia. Tetapi, kami tidak permasalahkan hal itu. Karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa tampil baik di pertandingan besok," ujar Nil.

Sumber:KOMPAS.com
newer post

Pengadilan Etik Atas Hakim Agung Imron dan Nyak Pha Menunggu Petunjuk

0 komentar


Bandung - Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) sepakat membentuk pengadilan etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) untuk meminta pertanggungjawaban hakim agung Ahmad Yamani. Hal ini seiring terungkapnya skandal pemalsuan pembatalan vonis mati gembong narkoba Hengky Gunawan.

"Silahkan saja. Kita akan melakukan MKH terhadap Yamani," kata Ketua MA Hatta Ali usai menghadiri sidang doktor hakim agung Imron Anwari di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/11/2012).

Ahmad Yamani tergabung dalam dua hakim agung lainnya, Imron Anwari selaku ketua majelis peninjauan kembali (PK) dan Hakim Nyak Pha selaku anggota. Namun untuk kedua hakim ini, MA belum ada rencana untuk membawa keduanya ke MKH.

"Yang lainnya belum karena tidak ada petunjuknya," tambah Hatta Ali seraya bergegas ke mobil dinas Toyota Royal Saloon nopol RI 8.

Seperti diketahui, Imron cs membuat putusan kontroversial, yaitu membatalkan vonis mati gembong narkoba dengan alasan HAM. Belakangan Imron Anwari bersama Hakim Nyak Pha dan Ahmad Yamani terseret skandal pemalsuan vonis mati gembong narkoba Hengky Gunawan.

Bahkan Ahmad Yamani sudah dipastikan diadili di pengadilan etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) untuk mempertanggungjawabkan pemalsuan vonis dari 15 tahun menjadi 12 tahun penjara. Adapun Imron Anwari dan Hakim Nyak Pha hingga hari ini dinyatakan masih bersih.

Sumber:detikcom
newer post

Rabu, 28 November 2012

Horeee! Jokowi: Pajak Warteg Dihilangin Sajalah

0 komentar

Jakarta - Kabar gembira! Pemilik warteg dan pelanggannya kini bisa bernafas lega. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menunda penerapan pajak warteg. Ia bilang pemilik warteg sebaiknya tidak dikenai pajak.

"Ya untuk sementara ditunda. Selanjutnya dihilangin sajalah," kata Jokowi dalam jumpa pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2012). Jokowi didampingi Ahok dan Sekda DKI Jakarta Fadjar Panjaitan.

Menurut Jokowi, pajak sebaiknya hanya dikenakan terhadap pemilik restoran besar di Ibukota.

"Pokoknya yang wartegnya, ingin saya ya nggak usah dikenainlah. Kenain restoran yang gede-gede saja. Kayak nggak ada objek pajak yang lain saja," ujar pria berusia 51 tahun itu.

Pengenaan retribusi pajak bagi usaha jasa boga seperti warteg dan beberapa warung makanan lainnya sempat menimbulkan polemik di kalangan pedagang warteg. Warteg yang beromzet Rp 60 juta akan dikenai pajak 10 persen.

Untuk meredam polemik di masyarakat, akhirnya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat itu meminta Raperda yang mengatur hal itu direvisi dan rencana pemberlakuan Raperda pada tahun 2011 itu ditunda sampai pembahasan selesai dilakukan. Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawandi, juga membenarkan penerapan perluasan pajak restoran ditunda hingga 2012.

Sumber:detuknews
newer post

Selasa, 27 November 2012

Agar tak Stres, Pemain Indonesia Jalan-jalan

0 komentar


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Setelah melakoni pertandingan berat melawan Laos, Minggu (25/11/2012), pemain tim nasional Indonesia diizinkan berjalan-jalan di Kota Kuala Lumpur, Malaysia. Manajer timnas Habil Marati menjelaskan, izin itu diberikan agar kondisi para penggawa skuad "Garuda" tidak stres.
"Laga kemarin kan berat dan kondisi anak-anak juga masih ada yang terpukul karena hasil kemarin. Jadi, kita berikan mereka izin untuk refreshing agar pikirannya kembali segar," ujar Habil saat ditemui wartawan Kompas.comAry Wibowo, di Hotel Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, Senin (26/11/2012).
Timnas sendiri mengikuti latihan di hotel pagi hari sebelum melakukan refreshing. Para pemain yang tampil pada pertandingan lawan Laos berlatih di kolam renang. Sedangkan, sisanya berlatih kondisi di lapangan belakang hotel.
"Kita beri waktu mereka refreshing hingga sore. Setelah itu anak-anak akan kembali istirahat dan besok pagi latihan lagi di lapangan Inspen," ungkap Habil.
Di hotel memang terlihat sepi. Biasanya pada siang hari sejumlah pemain timnas mondar-mandir di lobi hotel. Dari pantauan Kompas.com, hanya Bambang Pamungkas yang sempat terlihat berada di lobi untuk berbicara dengan resepsionis sebelum kembali ke kamarnya.
newer post
newer post older post Home